Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir paling penting di Indonesia karena berfungsi sebagai penahan abrasi, penyerap karbon, dan habitat bagi berbagai spesies laut. Namun, konversi lahan pesisir untuk tambak, reklamasi, dan pembangunan industri mengancam keberadaan mangrove. Dalam hal ini, WALHI berperan aktif dalam melindungi hutan mangrove serta mendorong praktik pengelolaan yang berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis WALHI adalah melakukan pemantauan kawasan mangrove yang terancam. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia bekerja sama dengan komunitas lokal dan lembaga penelitian untuk mendokumentasikan kerusakan hutan mangrove. Data ini digunakan sebagai dasar advokasi kepada pemerintah agar kebijakan perlindungan pesisir lebih efektif dan berpihak pada keberlanjutan ekosistem.
Selain advokasi, WALHI juga melakukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Penduduk diajak menanam, merawat, dan memanfaatkan mangrove secara berkelanjutan. WALHI mendorong mereka untuk mengembangkan usaha ramah lingkungan, seperti ecotourism atau pengolahan hasil hutan mangrove, sehingga pelestarian ekosistem sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
Organisasi ini juga aktif dalam kampanye nasional untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya mangrove. Dengan menyebarkan informasi melalui media sosial, seminar, dan kegiatan lapangan, WALHI menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa mangrove bukan hanya hutan pesisir, tetapi bagian vital dari sistem ekologi yang harus dijaga. WALHI percaya bahwa keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan perlindungan mangrove.
Melalui strategi advokasi, edukasi, dan pemberdayaan komunitas, WALHI terus memperkuat perannya dalam menjaga hutan mangrove Indonesia. Upaya ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, dan memastikan manfaat ekologis serta ekonomi bagi generasi mendatang.